Category: sipil


Pemanfaatan limbah air

Pemanfaatan Air Limbah Sebagai Bahan Bakar
Berawal dari seminar teknologi fuel cell yang baru saja diikutinya, Gerardine Botte, seorang associate profesor teknik kimia dan biomolekuler di Russ College of Engineering and Technology, mendapatkan ide untuk menghasilkan hidrogen dengan metode elektrolisa air. Meski metode yang digunakan masih menggunakan elektrolisa, tetapi Botte membawanya selangkah lebih maju.
Ide yang dibawa Botte memang menggunakan metode yang tidak baru lagi, tetapi alih-alih menggunakan air bersih, Botte berpikir untuk memanfaatkan air limbah.
Menurut Botte, ammonia yang biasanya banyak terdapat dalam air limbah bisa dipisahkan untuk kemudian diubah menjadi hidrogen. Riset yang dihasilkannya merupakan teknologi fuel cell pertama yang menggunakan amonia. Teknologi yang dinamakan “sel elektrolit amonia” tersebut bisa menghasilkan hidrogen sesuai kebutuhan. Artinya, pada saat diperlukan hidrogen langsung bisa dihasilkan.
Selain itu dengan menggunakan teknologi tersebut, efisiensi dalam menghasilkan hidrogen juga lebih baik dibandingkan dengan elektrolisa air. energi yang diperlukannya juga hanya sebesar 5% jika dibandingkan elektrolisa air untuk menghasilkan hidrogen.
Amonia sendiri merupakan sumber terbarukan. Menurut Botte, setidaknya di Amerika Serikat sebanyak 5 juta ton amonia setiap tahunnya mengalir ke saluran pembuangan dalam bentuk urin manusia ataupun hewan.
Saat ini berdasar idenya, beberapa riset juga dilakukan di Ohio University dengan cabang-cabang elektrolisa amonia yang lebih spesifik untuk aplikasinya pada kendaraan dan rumah tinggal.
Selain sebagai bahan bakar, ada pula manfaat air yakni
1. Memperlancar sistem pencernaan
Mengkonsumsi air dalam jumlah cukup setiap hari akan memperlancar sistem pencernaan sehingga kita akan terhindari dari masalah-masalah pencernaan seperti maag ataupun sembelit. Pembakaran kalori juga akan berjalan efisien.
2. Air putih membantu memperlambat tumbuhnya zat-zat penyebab kanker, plus mencegah penyakit batu ginjal dan hati. Minum air putih akan membuat tubuh lebih berenergi.
3. Perawatan kecantikan
Bila anda kurang minum air putih, tubuh akan menyerap kandungan air dalam kulit sehingga kulit menjadi kering dan berkerut. Selain itu, air putih dapat melindungi kulit dari luar, sekaligus melembabkan dan menyehatkan kulit.
Untuk menjaga kecantikan pun, kebersihan tubuh hares benar-benar diperhatikan, ditambah lagi minum air putih 8 – 10 gelas sehari.
4. Untuk kesuburan
Meningkatkan produksi hormon testosteron pada pria serta hormon estrogen pada wanita.Menurut basil penelitian dari sebuah lembaga riset trombosis di London, Inggris, jika seseorang selalu mandi dengan air dingin maka peredaran darahnya lancar dan tubuh terasa lebih segar dan bugar. Mandi dengan air dingin akan meningkatkan produksi sel darah putih dalam tubuh serta meningkatkan kemampuan seseorang terhadap serangan virus. Bahkan, mandi dengan air dingin di waktu pagi dapat meningkatkan produksi hormon testosteron pada pria serta hormon estrogen pada wanita. Dengan begitu kesuburan serta kegairahan seksual pun akan meningkat. Selain itu jaringan kulit membaik, kuku lebih sehat dan kuat, tak mudah retak. Nah, buat yang malas mandi pagi atau bahkan malas mandi (astagfirulloh!) harus mulai dirubah tuh kebiasaannya…
5. Menyehatkan jantung
Air juga diyakini dapat ikut menyembuhkan penyakit jantung, rematik, kerusakan kulit, penyakit saluran papas, usus, dap penyakit kewanitaan, dll.Bahkan saat ini cukup banyak pengobatan altenatif yang memanfaatkan kemanjuran air putih.
6. Sebagai obat stroke
Air panas tak hanya digunakan untuk mengobati berbagai penyakit kulit, tapi juga efektif untuk mengobati lumpuh, seperti karena stroke. Sebab, air tersebut dapat membantu memperkuat kembali otot-otot dan ligamen serta memperlancar sistem peredaran darah dan sistem pernapasan. Efek panas menyebabkan pelebaran pembuluh darah, meningkatkan sirkulasi darah dan oksigenisasi jaringan, sehingga mencegah kekakuan otot, menghilangkan rasa nyeri serta menenangkan pikiran.Kandungan ion-ion terutama khlor, magnesium, hidrogen karbonat dan sulfat dalam air panas, membantu pelebaran pembuluh darah sehingga meningkatkan sirkulasi darah. Selain itu pH airnya mampu mensterilkan kulit.
7. Efek relaksasi
Cobalah berdiri di bawah shower dan rasakan efeknya di tubuh. Pancuran air yang jatuh ke tubuh terasa seperti pijatan dan mampu menghilangkan rasa capek karena terasa seperti dipijat. Sejumlah pakar pengobatan alternatif mengatakan, bahwa bersentuhan dengan air mancur, berjalan-jalan di sekitar air terjun, atau sungai dan taman dengan banyak pancuran, akan memperoleh khasiat ion-ion negatif. Ion-ion negatif yang timbul karena butiran-butiran air yang berbenturan itu bisa meredakan rasa sakit, menetralkan racun, memerangi penyakit, serta membantu menyerap dan memanfaatkan oksigen. Ion negatif dalam aliran darah akan mempercepat pengiriman oksigen ke dalam sel dan jaringan.
Bukan itu saja jika mengalami ketegangan otot dapat dilegakan dengan mandi air hangat bersuhu sekitar 37 derajat C. Selagi kaki terasa pegal kita sering dianjurkan untuk merendam kaki dengan air hangat dicampur sedikit garam. Nah, jika Ukhtiy punya shower di rumah cobalah mandi dan nikmati hasilnya. Oh ya, shower di rumah juga menghasilkan ion negatif.
8. Menguruskan badan
Air putih juga bersifat menghilangkan kotoran-kotoran dalam tubuh yang akan lebih cepat keluar lewat urine. Bagi yang ingin menguruskan badan pun, minum air hangat sebelum makan (sehingga merasa agak kenyang) merupakan satu cara untuk mengurangi jumlah makanan yang masuk. Apalagi air tidak mengandung kalori, gula, ataupun lemak. Namun yang terbaik adalah minum air putih pada suhu sedang, tidak terlalu panas, dan tidak terlalu dingin. Mau kurus?, minum air putih saja.
9. Tubuh lebih bugar
Khasiat air tak hanya untuk membersihkan tubuh saja tapi juga sebagai zat yang sangat diperlukan tubuh. Ukhtiy mungkin lebih dapat bertahan kekurangan makan beberapa hari ketimbang kurang air. Sebab, air merupakan bagian terbesar dalam komposisi tubuh manusia.Jumlah air yang menurun dalam tubuh, fungsi organ-organ tubuh juga akan menurun dan lebih mudah terganggu oleh bakteri, virus, dll. Namun, tubuh manusia mempunyai mekanisme dalam mempertahankan keseimbangan asupan air yang masuk dan yang dikeluarkan. Rasa haus pada setiap orang merupakan mekanisme normal dalam mempertahankan asupan air dalam tubuh. Air yang dibutuhkan tubuh kira-kira 2-2,5 l (8 – 10 gelas) per hari. Jumlah kebutuhan air ini sudah termasuk asupan air dari makanan (seperti dari kuah sup, soto, dll), minuman seperti susu, teh, kopi, sirup dll. Selain itu, asupan air juga diperoleh dari hasil metabolisme makanan yang dikonsumsi dan metabolisme jaringan di dalam tubuh. Nah, air juga dikeluarkan tubuh melalui air seni dan keringat. Jumlah air yang dikeluarkan tubuh melalui air seni sekitar 1 liter per hari. Kalau jumlah tinja yang dikeluarkan pada orang sehat sekitar 50 – 400 g/hari, kandungan aimya sekitar 60 – 90 % bobot tinja atau sekitar 50 – 60 ml air sehari. Sedangkan, air yang terbuang melalui keringat dan saluran napas dalam sehari maksimum 1 liter, tergantung suhu udara sekitar. Belum lagi faktor pengeluaran air melalui pernapasan. Seseorang yang mengalami demam, kandungan air dalam napasnya akan meningkat. Sebaliknya, jumlah air yang dihirup melalui napas berkurang akibat rendahnya kelembapan udara sekitamya. Tubuh akan menurun kondisinya bila kadar air menurun dan kita tidak segera memenuhi kebutuhan air tubuh tersebut. Kardiolog dari AS, Dr James M. Rippe memberi saran untuk minum air paling sedikit seliter lebih banyak dari apa yang dibutuhkan rasa haus kita. Pasalnya, kehilangan 4% cairan saja akan mengakibatkan penurunan kinerja kita sebanyak 22 %! Bisa dimengerti bila kehilangan 7%, kita akan mulai merasa lemah dan lesu.
Aktivitas makin banyak maka makin banyak pula air yang terkuras dari tubuh. Untuk itu, pakar kesehatan mengingatkan agar jangan hanya minum bila terasa haus Kebiasaan banyak minum, apakah sedang haus atau tidak, merupakan kebiasaan sehat!
Jika kuliah di ruang ber-AC, dianjurkan untuk minum lebih banyak karena udara yang dingin dan tubuh cepat mengalami dehidrasi. Banyak minum juga akan membantu kulit tidak cepat kering. Di ruang yang suhunya tidak tetap pun dianjurkan untuk membiasakan minum meski tidak terasa haus untuk menyeimbangkan suhu.
Sumber wacana diatas

http://muslimah.or.id/kesehatan-muslimah/manfaat-menakjubkan-air-putih.html

Manfaat lain dari air adalah untuk Irigasi merupakan upaya yang dilakukan manusia untuk mengairi lahan pertanian. Dalam dunia modern, saat ini sudah banyak model irigasi yang dapat dilakukan manusia. Pada zaman dahulu, jika persediaan air melimpah karena tempat yang dekat dengan sungai atau sumber mata air, maka irigasi dilakukan dengan mengalirkan air tersebut ke lahan pertanian. Namun demikian, irigasi juga biasa dilakukan dengan membawa air dengan menggunakan wadah kemudian menuangkan pada tanaman satu per satu. Untuk irigasi dengan model seperti ini di Indonesia biasa disebut menyiram.Sebagaimana telah diungkapkan, dalam dunia modern ini sudah banyak cara yang dapat dilakukan untuk melakukan irigasi dan ini sudah berlangsung sejak Mesir Kuno.
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Irigasi
Inovatif, Pemanfaatan Air Laut Untuk Minum
Keterbatasan Jakarta mendapatkan air baku untuk diolah menjadi air bersih sebenarnya bisa diatasi dengan memanfaatkan air laut yang melimpah. PT Pembangunan Jaya Ancol bukan cuma mengolah air laut menjadi air tawar, melainkan juga mengolahnya menjadi kolam apung berkadar garam tinggi.
Inovasi yang dilakukan, antara lain, 7.000 meter kubik air laut diubah menjadi 5.000 meter kubik air tawar per hari. Sisanya, sekitar 2.000 meter kubik, menjadi air berkadar garam tinggi yang digunakan untuk kolam apung, salah satu wahana wisata di Ancol Taman Impian. ”Teknologi desalinasi ini menjadi inovasi untuk tidak semata-mata meraih hasil air minum dari sumber air laut tak terbatas,” kata Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Budi Karya. Kolam apung merupakan manfaat wisata edukatif lain, di samping perolehan air tawar dari proyek Ancol Newater-Sea Water Desalination Plant. Bambang Tutuko selaku Wakil Direktur Arkonin yang menjadi konsultan proyek ini, Selasa (28/9/2010), menguraikan, desain rancang bangunnya bisa untuk memproduksi sampai kapasitas 15.000 meter kubik per hari. ”Desainnya sudah selesai dirancang dan konstruksinya sekarang masih dikerjakan. Akhir tahun ini bisa selesai,” kata Bambang.
Osmosis terbalik
Reverse osmosis atau osmosis terbalik merupakan proses yang ditempuh secara umum untuk mengubah air laut menjadi air tawar. Caranya dengan mendesakkan air laut melewati membran-membran semipermeable untuk menyaring kandungan garamnya. Kandungan garam yang tersaring disisihkan. Sebagian air laut digunakan untuk melarutkannya.
Larutan itulah yang kemudian menjadi bagian dari 2.000 meter kubik per hari yang kemudian disalurkan ke Kolam Apung Wahana Atlantis Ancol.
Dalam kandungan garam tinggi, air kolam itu mampu mengapungkan manusia. Namun, untuk menikmati kolam apung ini, ada beberapa ketentuan yang diberlakukan untuk menunjang keselamatan dan kesehatan.
”Reverse osmosis atau RO ini ditempuh setelah ada berbagai perlakuan terhadap sumber air bakunya,” kata Bambang.
Menurut Bambang, air baku itu diambil dari Danau Ancol. Danau Ancol dirancang untuk menampung pula air hujan ataupun limbah pemanfaatan air bersih yang digunakan berbagai fasilitas publik di kawasan wisata tersebut.
Pemasukan air hujan ataupun limbah pemanfaatan air bersih merupakan upaya untuk menurunkan kadar garam danau payau tersebut. Dengan demikian, diharapkan proses osmosis terbalik menjadi lebih ringan dengan air baku yang rendah kadar garamnya. ”Ini ada kaitannya dengan usia produktif dari teknologi desalinasi ini,” ujarnya.
Untuk menghasilkan air bersih dari air laut ini dibutuhkan energi listrik sebesar 4,72 kilowatt jam per meter kubik. ”Sekarang ini rata-rata listrik per kilowatt jam mencapai harga Rp 1.000,” ujar Bambang.
General Manager Perencanaan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Sandy Rudiana mengatakan, perusahaannya memiliki kebutuhan air tawar sebanyak 15.000 meter kubik per hari. Saat ini belum bisa terpenuhi seluruh kebutuhannya.
”Dari perusahaan air minum daerah hanya diperoleh 9.000 meter kubik per hari sehingga masih kekurangan 6.000 meter kubik per hari,” kata Sandy.
Selain faktor kekurangan suplai air bersih, menurut Sandy, juga ditemui kendala harga yang terlampau tinggi. Produksi air bersih dari proses desalinasi bisa bersaing dengan tarif air bersih kelas komersial yang mencapai Rp 12.500 per meter kubik. Bahkan, tarif air bersih industri mencapai Rp 15.000 per meter kubik.
Nilai produksi air bersih dengan teknologi desalinasi yang dikembangkan sekarang mampu menekan harga hingga Rp 9.000 per meter kubik.
Pengembangan model
YJ Harwanto, selaku General Manager Ancol Taman Impian PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, mengatakan, proyek desalinasi ini sebagai pengembangan model tatkala ada tuntutan penghentian pengambilan air tanah di Jakarta, terutama di kawasan pesisir Jakarta Utara.
”Model seperti ini harus dikembangkan oleh pihak-pihak lainnya,” kata Harwanto.
Dia mengatakan, perusahaannya tidak pernah mengambil air tanah untuk mencukupi kebutuhan. Namun, mereka menerima imbas paling parah berupa penurunan tanah paling cepat di Jakarta. Saat ini diperkirakan kawasan Ancol mengalami penurunan tanah 26 sentimeter per tahun.
Seperti lokasi kuburan yang dipelihara Pemerintah Belanda di dalam kawasan wisata Ancol, sejak belasan tahun yang lalu masih 1 meter sampai 2 meter di atas permukaan laut. Namun, sekarang sudah berada di bawah permukaan air laut sehingga diperlukan pemompaan air ketika tergenang air laut.
Pengurukan, menurut Harwanto, dilakukan setiap tahun. Lokasi-lokasi yang tidak diuruk pada akhirnya mudah tergenang air hujan atau luapan air laut pasang.
Desalinasi sebagai jawaban teknologi atas tuntutan penghentian pengambilan air tanah di Jakarta. Pengelola kawasan wisata Ancol sudah memulainya. Ditunggu yang lainnya

managemnt proyek

Proyek konstruksi adalah suatu rangkaian kegiatan yang sifatnya hanya dilakukan satu kali. Pada umumnya proyek konstruksi memiliki jangka waktu yang pendek. Didalam rangkaian kegiatan proyek kontstruksi tersebut, biasanya terdapat suatu proses yang berfungsi untuk mengolah sumber daya proyek sehingga dapat menjadi suatu hasil kegiatan yang menghasilkan sebuah bangunan. Adapun proses yang terjadi dalam rangkaian kegiatan tersebut tentunya akan melibatkan pihak-pihak yang terkait baik secara langsung maupun tidak langsung. Dengan terlibatnya banyak pihak dalam sebuah proyek konstruksi maka hal ini dapat menyebabkan potensi terjadinya konflik juga sangat besar sehingga dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa proyek konstruksi sebenarnya mengandung konflik yang cukup tinggi juga.

Manajemen Konstruksi pada umumnya akan meliputi mutu fisik konstruksi, biaya dan waktu. manajemen material serta manjemen tenaga kerja. Pada prinsipnya, dalam manajemen konstruksi, manajemen tenaga kerja merupakan salah satu hal yang akan lebih ditekankan. Hal ini disebabkan manajemen perencanaan hanya berperan sekitar 20% dari rencana kerja proyek. Sisanya manajemen pelaksanaan termasuk didalamnya pengendalian biaya dan waktu proyek.

Adapun fungsi dari manajemen konstruksi yaitu :
Sebagai Quality Control sehingga dapat menjaga kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan
Mengantisipasi terjadinya perubahan kondisi di lapangan yang tidak pasti serta mengatasi kendala terjadinya keterbatasan waktu pelaksanaan
Memantau prestasi dan kemajuan proyek yang telah dicapai. Hal itu dilakukan dengan opname (laporan) harian, mingguan dan bulanan
Hasil evaluasi dapat dijadikan tindakan dalam pengambilan keputusan terhadap masalah-masalah yang terjadi di lapangan
Fungsi manajerial dari manajemen merupakan sebuah sistem informasi yang baik yang dapat digunakan untuk menganalisis performa dilapangan

Struktur Kontruksi

STRUKTUR BANGUNAN
Seni bangunan atau arsitektur adalah seni sejak adanya manusia dan disebut seni terikat, karena bangunan gedung dipakai oleh manusia dan bahan-bahan bangunan yang sifatnya dibatasi kemampuannya. Seni bangunan adalah seni dan teknik dengan mengikutsertakan faktor-faktor falsafah, religi, tradisi, seni dan ilmu pengetahuan.
Struktur bangunan adalah komponen penting dalam arsitektur. Tidak ada bedanya apakah bangunan dengan strukturnya hanya tempat untuk berlindung satu keluarga yang bersifat sederhana, ataukah tempat berkumpul atau bekerja bagi banyak orang, seperti perkantoran, gedung ibadah, hotel, gedung bioskop, stasiun dan sebagainya. Maka fungsi dari struktur ialah untuk melindungi suatu ruang tertentu terhadap iklim, bahaya-bahaya yang ditimbulkan alam dan menyalurkannya semua macam beban ke tanah. Beban-beban yang dipikulnya, berat bahan dari elemen-elemen beserta berat strukturnya sendiri disalurkan oleh struktur atau kerangka bangunan kekulit bumi. Kecuali beban tersebut, struktur harus dapt memikul beban lain akibat dari angin dan gempa bumi.
Struktur Bangunan Gedung adalah oganisasi daripada elemen-elemen ataupun komponen-komponen bangunan yang mendukung dapat berfungsinya bangunan gedung dengan baik.
Sistem struktur adalah bentuk organisasi daripada elemen-elemen struktur yang ditujukan untuk menyalurkan beban secara karakteristik.
Konstruksi – Pelaksanaan.
– Hubungan antara elemen struktur.
konstruksi merupakan jaminan untuk stabilitas sistem struktur
Sistem konstruksi adalah cara bagaimana struktur bangunan gedung dilaksanakan (masalah kekuatan, sambungan-sambungan per elemen/bagian yang disambung secara detail).
Pembebanan struktur bangunan adalah beraneka ragam dan rumit (kompleks). Bangunan menampung orang-orang yang hidup, barang-barang yang dapat dipindahkan, beban angin yang berubah-ubah, berat struktur dan bahan-bahan bangunan yang statis semuanya dipikul ileh struktur atau kerangka bangunan dan sisalurkan ketanah melalui pondasi.
Menurut sistem penyaluran bebannya struktur bangunan gedung dibagi sebagai berikut:
􀂃 Struktur Utama adalah organisasi dari elemen-elemen ataupun komponen-komponen bangunan yang menyalurkan beban ketanah dan tanpa adanya struktur ini bangunan tidak dapat berfungsi dengan baik
􀂃 Struktur pendukung adalah susunan elemen-elemen ataupun komponen bangunan yang mendukung struktur utama supaya dapat melaksanakan fungsinya dengan baik
Banyak variasi pembebanan pada struktur bangunan. Beban-beban tersebut diatas dapat ditentukan dan diberi kode atau tanda dalam perencanaan struktur. Beban dibedakan menjadi:
􀂃 Beban Mati adalah beratnya struktur sendiri.
􀂃 Beban hidup adalah berat beban yang dapat berpindah-pindah atau berubah arah seperti mesin, orang, penyekat fleksibel (partition), air hujan, salju, dsb.
􀂃 Beban Angin.
􀂃 Beban Termis.
􀂃 Gerakan bangunan akibat gerakan tanah.
􀂃 Goyangan bangunan akibat gempa bumi.
􀂃 Beban Dinamis.
4 faktor yang harus diperhatikan dalam perencanaan bangunan:
1. Estetika, sebagai dasar keindahan dan keserasian bangunan yang mampu memberikan rasa bangga kepada pemilknya.
2. Fungsional, disesuaikan dengan pemanfaatan dan penggunaannya sehingga dalam pemakaiannya dapat memberikan kenikmatan dan kenyamanan.
3. Struktural, mempunyai struktur yang kuat dan mantap yang dapat memberikan kenikmatan dan kenyamanan.
4. Ekonomis, pendimensian elemen bangunan yang proporsional dan penggunaan bahan bangunan yang memadai sehingga bangunan awet dan mempunyai umur pakai yang panjang.
BAHAN-BAHAN UNTUK STRUKTUR BANGUNAN
Batu Alam dan Bata Buatan
Batu alam adalah bahan yang tertua dipakai manusia sejak mulai membangun rumah dan gedung-gedung pada jaman dahulu. Pengelmpokan batu alam menurut asal jadinya adalah sebagai berikut:
􀂃 Batu-batuan dari pembekuan lahar.
􀂃 Batu-batuan dari endapan.
􀂃 Batu-batuan dari salah satu yang disebut tadi atau campuran setelah mengalami perubahan.
Kemudian disusul dengan batu buatan misalnya dari Portland Cement (PC) dan pasir atau bata dari tanah liat. Guna meringankan berat dinding ada yang dibuat dengan lubang ditengahnya, dengan lubang kecil biasa disebut dengan hollow bricks.
Kayu
Adalah bahan konstruksi sejak jaman dahulu, kayu dimanfaatkan juga sebagai bahan penghias interior.
Baja
Adalah bahan bangunan yang sangat diperlukan sekali baik sebagai struktur utama maupun sebagai pendukung tambahan dalam beton bertulang. Bahan baja dibuat dalam bermacam-macam bentuk dan ukuran untuk elemen-elemen struktur bangunan.
Hal-hal yang kurang menguntungkan perubahan bentuk relatif (akibat panas ermis), tidak tahan panas api dan korosif, perawatan memerlukan biaya yang besar.
Alumunium
Campuran alumunium pada waktu sekarang belum dapat mengambil alih semua macam baja sebagai struktur bangunan.
Beton
Telah dikenal Bangsa Romawi pada abad sebelum Masehi.
Plastik
Kesimpulan:
Pemilihan bahan utama untuk struktur bangunan tergantung dari bentuk yang tepat. Tetapi dari bahan-bahan pada zaman kini umumnya dapat dibuat bentuk-bentuk yang diinginkan, sehingga pemilihan bahan dipengaruhi oleh hal-hal lain diluar efisiensi struktur.

Tanah Dangkal

TanahDangkalDalam

Turbin Air

TurbinAir

BendungKaret2002

TanahDangkalDalam

HALAMAN PENGSAHAN
Judul kegiatan : PENGARUH PENAMBAHAN AIR KAPUR DALAM
CAMPURAN BETON TERHADAP KUAT TEKAN BETON
1. Bidang kegiatan : ( ) PKM-T ( V ) PKM-P ( ) PKM-K ( ) PKM-M
2. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap : Febrian Deni Bastian
b. NIM : 209.5.1.0004
c. Fakultas/Jurusan : Teknik Sipil
d. Universitas/Institut : Universitas Islam Malang
e. Alamat Rumah / No telp : Kalipare / 085655533931
f. Alamat Email : dhenybastian@rocketmail.com
3. Anggota Pelaksana Kegiatan : 3 ( tiga ) orang
4. Dosen Pembimbing
a. Nama Lengkap : Ir. Bambang Suprapto , ST
b. NIP : 195604121988111001
c. Alamat Kantor : Jl. Mayjen Haryono No 193
d. No telp : 0341581734
( Malang, 20 juli 2010 )
Menyetujui
Wakil / Pembantu Dekan III Ketua Pelaksana Kegiatan
Bidang Kemahasiswaan

(Sugiono , ST.MT) (Febrian Deni Bastian)
NIP.19590519198903002 NPM.2090510004
Mengetahui
Pembantu atau Wakil Rektor Dosen Pembimbing
Bidang Kemahasiswaan

(Drs.Mustangin, S,pd) (Ir. Bambang S , ST)
NIP.131.955.632 NIP. 195604121988111001

KATA PENGANTAR

Bismillahhirrahmanirrahim
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Illahi Robbi yang telah memberikan rahmat dan hidayah – NYA sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal penelitian dengan judul “PENGARUH PENAMBAHAN AAIR KAPUR DALAM CAMPURAN BETON TERHADAP KUAT TEKAN BETON “
Terimakasih atas segala doa restu,dukungan dan tuntunan kami ucapkan kepada :
1. Dr.Ir.A. Mukri Prabowo , M.Ag, Sc, selaku Rektor Universitas Islam Malang
2. Drs. Mustangin, S.pd. selaku pembantu Rekto III Universitas Islam Malang
3. Ir. Warsito , MT. selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas Islam Malang
4. Ir. Bambang S ,MT . selaku Dosen Pembimbing dan Ketua Jurusan Sipil Fakultas Teknik Universitas Islam Malang
5. Himpunan Mahasiswa Sipil Fakultas Teknik Universitas Islam Malang

Kami berharap banyak manfaat yang di peroleh dari proposal ini. Kami menyadari masih banyak kekurangan baik dari segi isi maupun penulisannya. Oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami butuhkan agar Kami bisa menjadi lebih baik.

(Malang, 20 juli 2010 )

Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ……………………………………………………………………. i
HALAMAN PENGESAHAN …………………………………………………………… ii
KATA PENGANTAR ………………………………………………………………….. iii
DAFTAR ISI …………………………………………………………………………….. iv
LATAR BELAKANG …………………………………………………………………… 1
RUMUSAN MASALAH ………………………………………………………………… 1
PEMBATASAN MASALAH …………………………………………………………… 1
TUJUAN PENELITIAN ……………………………………………………………….. 2
HARAPAN PROGRAM PENELITIAN ……………………………………………… 2
KEGUNAAN PROGRAM PENELITIAN ……………………………………………. 3
TINJAUAN PUSTAKA ………………………………………………………………… 3
METODOLOGI PENELITIAN PELAKSANAAN PROGRAM …………………… 3
a.Rancangan Penelitian …………………………………………………… 4
b.Pengumpulan Data ……………………………………………………… 6
c.Analisis Statistika ………………………………………………………. 7
JADWAL KEGIATAN PKMP ……………………………………………………….. 7
NAMA DAN BIODATA DOSEN PEMBIMBING …………………………………… 8
RANCANGAN BIAYA ………………………………………………………………… 8

1.1 Latar Belakang
Beton merupakan salah satu unsur bahan bangunan yang banyak di pakai sebagai bahan konstruksi bangunan. Beton di pakai dalam berbagai jenis bangunan mulai dari jembatan, bendungan, dermaga, gedung lantai bawah sampai gedung berlantai banyak. Sehingga dapatlah dikatakan bahwa beton merupakan bahan dasar bangunan bagi kehidupan modern.
Teknik beton tidaklah bersifat statis saja, tetapi terus berkembang sejalan dengan lajunya pembangunan khususnya di bidang konstruksi. Penemuan-penemuan baru dalam bidang teknik beton menyebabkan adanya tuntutan akan beton yang bermutu tinggi dan ekonomis.
Mengingat bahan konsruksi beton di Indonesia semakin tahun terus berkembang, maka sudah selanyaknya konstruksi beton direncanakan secara efekti, sehingga dapat menghasilkan beton dengan mutu yang lebih baik.
1.2.Rumusan Masalah
Sejalan dengan usaha untuk menghasilkan mutu beton yang lebih baik,kami mencoba pemakaian air kapur sebagai campuran beton.Di dalam melakukan penelitian ini kami hanya membahas sejauh mana pengaruh pemakaian”AIR KAPUR”terhadap kenaikan kekuatan tekan beton pada umur beton dibawah 28 hari.Oleh karena itu dapat dirumuskan masalah yang akan diteliti yaitu:
-Adakah perbedaan kekuatan tekan beton berhubungan dengan jumlah prosentase(%) penambahan air kapur pada campuran beton?
-Berapakah tegangan beton karakteristik yang dapat dicapai dengan penambahan air kapur tersebut?
1.3.Pembatasan Masalah
Didalam melakukan penelitian ini dilakukan pembatasan penelitian sebagai berikut:
-Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Fakultas Teknik Universitas Islam Malang.
-Semen yang digunakan dalam penelitian ini adalah semen gresik type 1.
-Agregat kasar (kerikil) digunakan adalah batu pecah .
-Agregat halus (pasir) digunakan dalam penelitian ini.
-Air yang digunakan dalam penelitian ini adalah air dari PDAM.
-Variasi penembahan air kapur mulai penambahan air kapur 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, 30%, 35%, 40%, 50% dari volume air.
-Untuk pemeriksaan kekuatan tekan kubus beton dilakukan padaa umur 28 hari saja, dengan ukuran kubus 15cm x 15cm.
-Mutu beton yang dipakai pada penelitian yaitu K225.
-Metode perhitungan rancangan campuran (mix design) yang digunakan adalah metode Road Note No.4.
-Jumlah benda uji keseluruhan 50 buah.
-Campuran beton dengan perhitungan rancangan campuran adalah 1:2,967 : 3,433 dengan fas 0,57.
-Air kapur yang dipakai yaitu kapur yang telah direndam ± 24 jam, disaring dengan saringan 0,355mm.
1.4.Tujuan Penelitian
Secara umum penelitian ini untuk menghasilkan pemikiran baru guna memberikan masukan kepada semua pihak yang membutuhkan,dan secara khususnya bertujuan menjawab permasalahan-permasalahan yang ada seperti yang termaksud dalam rumusan masalah.
1.5. Harapan Program Penelitian
Dalam kesempatan PKMP 2010 ini ,kami bermaksud merencanakan penelitian tentang pemakaian kapur terhadap kenaikan kekuatan tekan beton.
Harapan kami dengan dilaksanakan penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi pihak –pihak yang membutuhkan.

1.6. Kegunaan Program Penelitian
Fungsi spesifik dari penelitian pengaruh penambahan air kapur dalam campuran beton terhadap kuat tekan beton adalah untuk membantu memecahkan masalah dalam proses mengetahui pengaruh air kapur terhadap beton.
1.7.Tinjauan Pustaka
Istilah-istilah dan devinisi-devinisi yang di berikan adalah sbb:
• Beton merupakan bahan konstruksi yang sifat tekananya khas.Dibuat dari perpaduan semen agregat alam yang dipecah atau tanpa di pecah dengan perbandingan tertentu yang bila diaduk dan dicampur dengan air kemudian dimasukkan kedalam suatu cetakan akan mengikat, mengering, dan mengeras dengan baik setelah beberapa lama.
• Agregat merupakan butiran-butiran mineral yang dicampurkan dengan semen portland dan air akan menghasilkan beton.
1.8.Metodologi Penelitian Pelaksanaan Program
1.8.1 Rancangan Penelitian
A. Bahan dan Alat
A.1 Bahan yang digunakan
• Semen gresik type 1
• Pasir
• Kerikil (batu pecah)
• Air PDAM
• Air kapur
A.2 Alat yang digunakan adalah sebagai berikut:
• Seperangkat ayakan untuk pemeriksaan gradasi (modulus halus dan kasar dan modulus kasar halus)
• Seperangkay alat uji untuk pemeriksaan berat jenis dan penyerapan
• Seperangkat alat uji pemeriksaan berat isi (berat volume)
• Seperangkat alat uji untuk pemeriksaan kadar air
• Mesin pengaduk (mollen)
• Tangkat baja
• Seperangkat alat uji slum
• Alat uji kuat tekan

\ B. Pemeriksaan Bahan
B.1 Semen
Pada penelitian ini tidak dilakukan penelitian khusus.
B.2 Agregat
Diadakan pemeriksaan terhadap :
• Modulus halus dan kasar (analisis saringan)
• Berat jenis dan penyerapan
• Berat isi
• Kadar air
B.3 Air
Air tidak dilakukan penelitian khusus dan sudah dianggap memenuhi syarat
C. Pengaruh Pemakaian Air Kapur Terhadap Campuran Beton.
Air kapur adalah bahan pembantu atau bahan campuran tambahan pada beton dengan maksud untuk memperbaiki mutu dari beton itu. Latar belakang dipakai air kapur sebagai larutan campuran beton, berdasarkan asumsi penelitian bahwa air kapur dapat membantu reaksi perekatan atau pengikatan pada campuran beton.
Adapun air kapur yang dipakai adalah 0%, 5%, 15%, 20%, 25%, 30%, 40%, dan 50% dari volume air.

Cara pembuatan air kapur 10% dari volume air adalah sebagai berikut :
• Kapur yang telah direndam ± 24 jam, di saring dengan saringan 0,355 mm. setelah itu dibiarkan selama ± 24 jam, kapur akan mengendap dan air yang ada di atas permukaan diambil dan endapan kapurnya di buang.
• Campuran air dan kapur dengan perbandingan volume, kira-kira 7 air : 1 kapur.
• Aduklah larutan air kapur sampai merata.
• Setelah dibiarkan selama ± 24 jam akan di dapat larutan yang berkomposisi seperti gambar di bawah ini.

• Larutan air kapur yang mempunyai perbandingan 7 : 1 inilah yang dipakai untuk mengganti air beton.
• Tetapi apabila perbandingan 7 : 1 ini belum tercapai 1/5 H endapan kapurnya maka di coba dengan perbandingan yang lain agar tercapai 1/5 H endapan kapurnya.
Demikian juga cara pembuatan air kapur 5%, 15%, 20% sampai 50% dari volume air yaitu dapat dihitung dengan berpedoman pada pembuatan air kapur 10% yang ada diatas.
D. Rancangan Campuran
Rancangan perencanaan campuran yang digunakan dalam penelitian ini dengan memakai metode Road Note No.4 dengan perbandingan 1 : 2,967 : 3,433, fas 0,57 dan kadar penambahan air kapur dalam campuran yaitu 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, 30%, 35%, 40%, 45%, 50% dari volume air.

E. Persiapan, Pembuatan dan Perawatan Benda Uji
• Penyediaan bahan-bahan dan alat
• Pencampuran/ pengadukan bahan-bahan yang sebelumnya telah dilakukan pengukuran / penimbangan
• Pengujian slump
• Pencetakan beton kedalam kubus, yang sebelumnya kubus diolesi minyak agar terhindar dari penguapan yang berlebihan
• Seetelah 24 jam dikeluarkan dari cetakan
• Merendam benda uji dalam bak air
• Mengangkat benda uji dari bak dan dibiarkan sampai mencapai umur pengetesan
1.8.2. Pengumpulan Data
Dengan cara pengujian terhadap benda uji yang berjumlah 50 buah benda uji dengan susunan 5 kubus beton untuk setiap satu perlakuan dengan mutu K225 dan penambahan air kapur yaitu 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, 30%, 35%, 40%, 50% dan umur pada umur 28 hari saja.
Rician jumlah beda uji.
Presentase penambahan air kapur
( % ) Umur uji
( % ) Jumlah
( buah )
0 28 5
5 28 5
10 28 5
15 28 5
20 28 5
25 28 5
30 28 5
35 28 5
40 28 5
50 28 5

1.8.3. Analisis statistika
Untuk mengalisis data yang akan di peroleh dalam eksperimen ini, maka digunakan statistik dengan menggunakan metode “ Analisa Varian Acak Sempurna “ dimana analisa ini digunakan untuk membandingkam beberapa kelompok obyek penelitian secara sarentak untuk satu jenis variabel yang diamati. Dalam hal ini variabel yang diamati ialah pemakai tambahan air kapur dalam campuran beton dengan yang tidak memakai tambahan air kapur dalam campuran beton.

1.9. Jadwal Kegiatan PKMP

Proses Waktu
Bulan agustus Bulan Oktober
Minggu
I Minggu
II Minggu
III Minggu
IV
Proses Perencanaan
Proses Penelitian
Proses Finishing

1.10. Nama dan Biodata Dosen Pembimbing
1. Nama Lengkap : Ir. Bambang Suprapto , ST
2. Golongan Pangkat dan NIP : 195604121988111001
3. Jabatan Struktural : Ketua Jurusan Sipil
4. Fakultas/ Program Studi : Teknik Sipil
5. Perguruan Tinggi : Universitas Islam Malang
6. Bidang Keahlian : PKMT
7. Waktu : Satu ( 1 ) Bulan

1.11. Rancangan Biaya
No. Nama Bahan Harga
1. Semen Gresik Rp.150.000
2. Pasir Rp.100.000
3. Kerikil Rp.180.000
4. Air PDAM RP.15.000
5. Air kapur Rp.10.000
6. Ayakan Rp.150.000
7. Sewa Molen Rp.200.000
JUMLAH Rp.805.000

PROGRAM KREATIFITAS MAHASISWA
BETON RINGAN SEBAGAI ALTERNATIF MATERIAL TAHAN GEMPA

PKM GT
Diusulkan oleh:

Ketua : Abdulloh Faqih (2090510006)
Anggota : Febrian Deni Bastian (2090510004)
Wahyudianto (2070510003)

UNIVERSITAS ISLAM MALANG
MALANG
2010

HALAMAN PENGESAHAN
Judul kegiatan : PENGARUH PENAMBAHAN AIR KAPUR DALAM
CAMPURAN BETON TERHADAP KUAT TEKAN BETON
1. Bidang kegiatan : ( √ ) PKM-GT ( ) PKM-AI
2. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap : Abdulloh Faqih
b. NIM : 209.5.1.0006
c. Fakultas/Jurusan : Teknik Sipil
d. Universitas/Institut : Universitas Islam Malang
e. Alamat Rumah / No telp : Jl.Gading pesantren 38 Malang /085755745560
f. Alamat Email : faqih_Abdulloh@yahoo.co.id
3. Anggota Pelaksana Kegiatan : 3 ( tiga ) orang
4. Dosen Pembimbing
a. Nama Lengkap : Ir. Bambang Suprapto , ST
b. NIP : 195604121988111001
c. Alamat Kantor : Jl. Mayjen Haryono No 193
d. No telp : 0341581734
( Malang, Desember 2010 )
Menyetujui
Wakil / Pembantu Dekan III Ketua Pelaksana Kegiatan
Bidang Kemahasiswaan

(Sugiono , ST.MT) (Abdulloh Faqih)
NIP.19590519198903002 NPM.2090510006
Mengetahui
Pembantu atau Wakil Rektor Dosen Pembimbing
Bidang Kemahasiswaan

(Drs.Mustangin, S,pd) (Ir. Bambang S , ST)
NIP.131.955.632 NIP. 195604121988111001

KATA PENGANTAR

Bismillahhirrahmanirrahim
Segala puji bagi Allah, Dia-lah yang memberikan nikmat kepada penulis, baik itu berupa nikmat kesempatan terlebih lagi nikmat kesehatan, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) dengan baik. Shalawat serta salam senantiasa tercurahkan keharibaan Nabi besar Muhammad SAW, dialah Nabi yang membawa ummat manusia dari zaman jahiliyah menuju zaman yang berilmu pengetahuan seperti yang kita rasakan selama ini.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan waktu dan fikirannya untuk membantu dan menyelesaikan Program Kreatifitas Mahasiswa ini. Program kreatifitas mahasiswa ini dibuat oleh penulis adalah untuk memberikan alternatif batako sebagai material penahan gempa. Dimana diketahui bahwa Indonesia adalah Negara yang rawan gempa. Sehingga penulis berusaha memberikan solusi dengan mengeluarkan gagasan ini.
Penulis menyadari bahwa didalam penulisan PKM (program kreatifitas mahasiswa) ini masih banyak terjadi kesalahan-kesalahan baik itu yang disengaja maupun yang tidak disengaja, itu tidak lepas dari status penulis sebagai mahasiswa sekaligus manusia biasa yang tidak lepas dari kekhilafan dan kesalahan. Mudah-mudahan gagasan yang disampaikan memberi banyak manfaat buat bumi pertiwi. Amin

(Malang, 7 Desember 2010 )

Penulis

iii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ……………………………………………………………………. i
HALAMAN PENGESAHAN …………………………………………………………… ii
KATA PENGANTAR ………………………………………………………………….. iii
DAFTAR ISI …………………………………………………………………………….. iv
RINGKASAN ……………………………………………………………………………….v
PENDAHULUAN ………………………………………………………………………….
1.Latar Belakang……………………………………………………………
2. Tujuan dan manfaat…………………………………………………….
GAGASAN
1.Kondisi Kekinian Pencetus Gagasan …………………………………………
2.Solusi yang Pernah Ditawarkan atau Diterapkan Sebelumnnya …………..
3.Kemampuan Gagasan yang Diajukan ………………………………………..
4.Pihak yang Dipertimbangkan Dapat Mengimplementasikan Gagasan…….
5.Langkah-Langkah Strategis Untuk Mengimplementasikan Gagasan……..

KESIMPULAN ……………………………………………………………………………
DAFTAR PUSTAKA … …………………………………………………………………
DAFTAR RIWAYAT HIDUP……………………………………………………………..

iv

RINGKASAN
Kerusakan lahan pertanian yang disebabkan oleh pembuatan batu bata dan kebutuhan yang semakin meningkat menjadikan permintaan akan bahan bangunan juga semakin meningkat. Batako sebagai alternatif pengganti bata merah untuk bangunan dinding diharapkan mampu mengatasi permasalahan tersebut. Batako merupakan bahan bangunan yang berupa bata cetak alternatif pengganti batu bata yang tersusun dari komposisi antara pasir, semen portland dan air dengan perbandingan 1 semen : 7 pasir. Batako difokuskan sebagai konstruksi-konstruksi dinding bangunan non struktural.Bentuk dari batako/batu cetak itu sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu batu cetak yang berlubang (hollow block) dan batu cetak yang tidak berlubang (solid block) serta mempunyai ukuran yang bervariasi. Supribadi (1986: 5) menyatakan bahwa batako adalah “Semacam batu cetak yang terbuat dari campuran tras, kapur, dan air atau dapat dibuat dengan campuran semen, kapur, pasir dan ditambah air yang dalam keadaan pollen (lekat) dicetak menjadi balok-balok dengan ukuran tertentu”.
Menurut Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia (1982) pasal 6, “Batako adalah bata yang dibuat dengan mencetak dan memelihara dalam kondisi lembab”.
Menurut SNI 03-0349-1989, “Conblock (concrete block) atau batu cetak beton adalah komponen bangunan yang dibuat dari campuran semen Portland atau pozolan, pasir, air dan atau tanpa bahan tambahan lainnya (additive), dicetak sedemikian rupa hingga memenuhi syarat dan dapat digunakan sebagai bahan untuk pasangan dinding”.
Sedangkan Frick Heinz dan Koesmartadi (1999: 96) berpendapat bahwa: ” Batu-batuan yang tidak dibakar, dikenal dengan nama batako (bata yang dibuat secara pemadatan dari trass, kapur,air)”.
Dari beberapa pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan tentang pengertian batako adalah salah satu bahan bangunan yang berupa batu-batuan yang pengerasannya tidak dibakar dengan bahan pembentuk yang berupa campuran pasir, semen, air dan dalam pembuatannya dapat ditambahkan dengan jerami sebagai bahan pengisi antara campuran tersebut atau bahan tambah lainnya (additive). Kemudian dicetak melalui proses pemadatan sehingga menjadi bentuk balok-balok dengan ukuran tertentu dan dimana proses pengerasannya tanpa melalui pembakaran serta dalam pemeliharaannya ditempatkan pada tempat yang lembab atau tidak terkena sinar matahari langsung atau hujan, tetapi dalam pembuatannya dicetak sedemikian rupa hingga memenuhi syarat dan dapat digunakan sebagai bahan untuk pasangan dinding.
v

PENDAHULUAN
1. Latar belakang
Makin meningkatnya kebutuhan perumahan saat ini menyebabkan kebutuhan akan bahan bangunan semakin meningkat pula. Seperti kita ketahui bersama, bahan yang digunakan untuk bangunan terdiri dari bahan-bahan atap, dinding dan lantai. Salah satu masalah dilapangan saat ini yang perlu segera diatasi adalah masalah kebutuhan batu bata sebagai bahan dinding perumahan dan efek kerusakan lingkungan yang ditimbulkan. Sebagaimana diketahui, kebutuhan masyarakat akan perumahan tidak pernah surut bahkan selalu meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini dapat terlihat dari kenyataan bahwa perumahan yang dibuat selalu laku terjual.
Adapun salah satu permasalahan utama dalam menyediakan rumah di Indonesia adalah tingginya biaya konstruksi bangunan dan lahan. Selama ini berbagai penelitian sudah dilakukan tetapi masih belum ditemukan alternatif teknik konstruksi yang effisien serta penyediaan bahan bangunan dalam jumlah besar dan ekonomis. Hal tersebut dapat memberikan suatu alternatif untuk memanfaatkan limbah-limbah industri yang dibiarkan begitu saja. Limbah industri untuk bahan campuran beton ternyata mampu meningkatkan daya kuat tekan (Triwulan dkk, 2004). Bahan tambah tersebut dapat berupa abu terbang (fly ash), pozolan, abu sekam padi (rice husk ash), abu ampas tebu (bagase furnace), dan jerami padi (batang padi pasca panen).
Pozolan adalah bahan alam atau buatan yang sebagian besar terdiri dari unsur silikat dan atau aluminat yang reaktif. Pozolan sendiri tidak mempunyai sifat semen, akan tetapi dalam keadaan halus (lolos ayakan 0,21 mm) bereaksi dengan air dan kapur pada suhu normal (24-27o C) menjadi suatu masa padat yang tidak larut dalam air. Sedangkan abu terbang (fly ash) dihasilkan dari sisa pembakaran batu bara yang merupakan sumber energi dalam proses industri, dihancurkan terlebih dahulu sebelum proses pembakaran.Serbuk batu bara dimasukkan kedalam tungku pembakaran, yang kemudian mengalami perubahan fisik dan kimianya. Adapun abu sekam padi (rice husk ash) dihasilkan dari pembakaran sekam padi yang biasa dimanfaatkan untuk pembakaran untuk pembakaran bata merah atau genteng . Rahman Sudiyo (2008) menyatakan bahwa: ’’Sekam padi setelah dipurifikasi memiliki kandungan silika hingga 95%, sedangkan abu terbang memiliki kandungan 90%.”
1.
.Abu ampas tebu yang merupakan abu sisa pembakaran ampas tebu (bagase) sebagai bahan tambahan dalam mortar yang banyak memiliki kandungan senyawa silikat (SiO2) yang juga merupakan bahan baku utama dari semen biasa (portland), pemanfaatan abu ampas tebu sebagai bahan tambah pembuatan paving block dapat meningkatkan kuat tekan paving block (Indriyanto2001:43).Untuk mencegah kerusakan lahan akibat pengambilan tanah yang berlebihan yang digunakan untuk pembuatan batu bata maka perlu dicari alternatif bahan lain. Salah satu alternatif yang akan digunakan untuk mengatasi masalah diatas adalah dengan batako tidak berlubang dengan bahan tambah jerami padi (batang padi setelah pasca panen). Dengan optimalisasi pemanfaatan limbah pertanian yang berupa jerami padi ini diharapkan akan mengurangi limbah yang mencemari lingkungan dan dapat mengurangi kerusakan lahan pertanian.
Pertanaman padi tidak hanya menghasilkan padi (gabah) tetapi juga jerami. Jerami padi merupakan salah satu limbah pertanian yang cukup besar jumlahnya dan belum sepenuhnya dimanfaatkan. Produksi jerami padi bervariasi yaitu dapat mencapai 12-15 ton setiap hektar pada masa panen, atau 4-5 ton bahan kering tergantung pada lokasi dan jenis varietas tanaman yang digunakan. Bila produksi padi dilakukan tiga kali setiap tahun, berarti jumlah gabah maupun jerami yang dihasilkan menjadi tiga kali lipat.
Ketersediaan jerami sebanyak ini biasanya digunakan untuk pakan ternak seperti sapi atau kerbau. Di beberapa daerah di Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur, para petani memanfaatkan jerami untuk pakan ternak, seperti sapi potong, sapi perah, maupun kerbau. Jerami padi juga diolah untuk pupuk fermentasi, tetapi hal ini jarang sekali dilakukan di jaman modern ini. Biasanya tumpukan padi yang melimpah jumlahnya oleh para petani hanya dibakar saja, karena mengingat lokasi persawahan harus segera dipersiapkan untuk segera diolah kembali.
Jerami juga merupakan salah satu tanaman yang mengandung serat dan telah digunakan produksi pulp dan kertas. Begitu juga pemanfaatan jerami sebagai bahan bangunan, semisal digunakan sebagai bahan penutup atap pada tempat peristirahatan atau cottage. Pemanfaatan jerami sebagai bahan bangunan dapat mengurangi dua pertiga jumlah batu bata yang dipakai dalam membangun dinding eksterior. Hal tersebut dibuktikan dengan pemanfataan jerami didaerah yang beriklim dingin (timur laut-cina), tumpukan jerami dipakai sebagai bahan dinding eksterior bangunan. Tumpukan jerami ini kemudian diplester kedua sisi. menghasilkan dinding setebal 45-60 cm yang kelihatannya mirip dengan dinding bata jemuran (adobe) atau batu, dengan demikian pemanfaatan jerami padi akan mengurangi polusi dan pemakaian tanah liat yang langka. Rumah-rumah yang dibangun dengan program tersebut sejauh ini mampu bertahan terhadap gempa karena dinding jerami yang ringan dan lentur ini mampu menyerap goncangan gempa (alambina-construction intelligence, htm, 2005).
Untuk menambah kekakuan pada cetakan jerami yang digunakan sebagai bahan tambah batako tidak berlubang, dapat ditambah dengan lem kayu yang banyak terdapat di toko-toko bangunan atau lem buatan yang dapat dibuat sendiri, seperti lem yang dibuat dari tepung tapioka atau pati kanji. Penggunaan lem kayu yang digunakan untuk menambah kekakuan jerami padi sehingga diharapkan dapat menambah kuat tekan pada pembuatan batako tidak berlubang.
Alasan lain penggunaan bahan jerami untuk bahan campuran beton ringan adalah menciptakan bangunan yang ramah lingkungan (Eco-Architecture) dengan sentuhan teknologi baru. Dibandingkan dengan batako biasa, batako dengan penambahan jerami padi ini dimungkinkan mempunyai berat yang lebih ringan, sehingga dapat digunakan pada daerah rawan gempa. Perlu diingat fakta menunjukkan bahwa bangunan adalah pengguna energi terbesar mulai dari konstruksi, bahan bangunan, saat bangunan beroperasi, perawatan hingga bangunan dihancurkan. Apabila dilakukan lifecycle analysis sebuah bangunan akan terlihat berbagai dampaknya terhadap lingkungan dan dapat disimpulkan biaya keseluruhan dari arsitektur yang tidak berkelanjutan adalah jauh lebih tinggi dari yang berkelanjutan (suistainable). Sehingga dengan meyakini Eco-Architecture ini akan menghemat biaya dalam jangka panjang.

2. Tujuan dan manfaat
2.1 Tujuan
a. Pemanfaatan limbah padi jerami menjadi batako ringan.
b. Untuk meminimalisir kerusakan akibat gempa
2.2 Manfaat
a. Pemanfaatan limbah padat (sludge) industri kertas dalam pembuatan batako
ringan.
b. Dapat mengurangi jumlah pasir dalam pembuatan batako ringan.
c. Batako ringan akan lebih ringan dan lebih murah/ekonomis.

GAGASAN
1. Kondisi Kekinian Pencetus Gagasan
Menurut Penelitian Pertanian Tanaman Pangan (2002: 21) “Jerami segar mengandung 41,68% Karbon; 0,49% Nitrogen; 1,40% Phospor; dan 1,70% Kalium, sedangkan jerami lapuk mengandung 19,89% Karbon; 0,51% Nitrogen; 1,24% Phospor; dan 1,42% Kalium”. Sehingga untuk menghilangkan kadar organik yang terkandung pada jerami harus dilakukan pengeringan dengan cara dioven sampai kering tungku atau dapat diletakkan dibawah terik matahari sampai benar-benar kering. Dengan begitu jerami tersebut tidak lagi sebagai bahan organik atau bahan yang mengandung kadar organik.
Jerami padi yang digunakan sebagai bahan tambah pembuatan batako ini di tinjau dari jumlah penggunaan jerami padi pada pembuatan batako, yaitu dengan variasi jumlah jerami padi yang berbeda-beda. Pendapat Kardiyono (1996), “ Bahan tambah ialah bahan selain usur pokok beton (air, semen, dan agregat) yang ditambah pada adukan beton, sebelum, segera atau selama pengadukan, untuk mengubah atau lebih sifat-sifat beton sewaktu masih dalam keadaan segar atau setelah mengeras”.
Dari uraian-uraian diatas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud jerami sebagai bahan pengisi batako tidak berlubang adalah batang dari padi setelah pasca panen yang penggunaannya sebagai bahan pengisi batako tidak berlubang harus dikeringkan dengan cara dioven sampai kering tungku atau dapat diletakkan dibawah terik matahari sampai benar-benar kering
2. Solusi yang Pernah Ditawarkan atau Diterapkan Sebelumnya
Beberapa penelitian sebelumnya yang membahas tentang pengujian batako antara lain adalah:
1. Penelitian yang dilakukan oleh Satyarno (2004) dengan judul Penggunaan Semen Putih untuk Beton Styrofoam Ringan (BATAFOAM) menunjukkan bahwa diperlukan perbandingan pasir dan styrofoam dalam volume campuran beton adalah sebagai berikut 1,0 : 0,0; 0,8 : 0,2; 0,6 : 0,4; 0,4 : 0,6; 0,2 : 0,8 dan 0,0 : 0,1 dari volume total. dari penelitian diatas dihasilkan dengan tiga kriteria, antara lain:
1) Untuk penggunaan nonstruktur dengan persyaratan kuat tekan 0.35 MPa sampai 7 MPa maka jumlah prosentase Styrofoam yang dipakai adalah antara 60% sampai 100%.
2) Untuk penggunaan struktur ringan dengan persyaratan kuat tekan antara 7 MPa sampai 17 MPa maka jumlah presentase Styrofoam yang dipakai antara 0% sampai 60% untuk kandungan semen 250 kg/m3 sampai 300 kg/m3 dan antara 20% sampai 60 % untuk kandungan semen 350 kg/m3 sampai 400 kg/m3.
3) Untuk penggunaan struktur dengan persyaratan kuat tekan lebih besar dari 17 MPa maka jumlah presentase Styrofoam yang dipakai antara 0% sampai 20 % untuk kandungan semen 350 kg/m3 sampai 400 kg/m3.
Dari hasil kuat tekan diatas semakin banyak prosentase penggunaan Styrofoam kuat tekan dan berat jenis semakin menurun. Dengan bahan pertimbangan diatas maka peneliti mencoba menggunakan bahan jerami padi sebagai bahan tambah batako untuk mendapatkan kuat tekan yang lebih maksimal untuk spesifikasi beton ringan dan memperoleh berta jenis yang lebih kecil dibandingkan dengan berat jenis batako biasa.
2. Penelitian yang dilakukan oleh Ashari (1997) dengan judul Pengaruh Ampas Tebu Sebagai Campuran Bahan Baku Batako Terhadap Kuat Tekan menunjukkan bahwa ternyata dengan adanya variasi ampas tebu yang berbeda mempengaruhi kuat tekan batako tersebut.
Hal tersebut ditunjukkan dari semakin besar prosentase (%) ampas tebu.Kuat tekan batako semakin menurun, tetapi mempunyai berat jenis yang lebih kecil dari batako biasa.
3. Kemampuan Gagasan yang Diajukan
Pemakaian batako ringan bila dibandingkan dengan bata merah, terlihat penghematan dalam beberapa segi, misalnya setiap m2 luas dinding lebih sedikit jumlah batu yang dibutuhkan, sehingga kuantitatif terdapat poenghematan. Terdapat pula penghematan dalam pemakaian adukan sampai 75 %. Berat tembok diperingan dengan 50 %, dengan demikian fondasinya bisa berkurang. Bentuk batako yang bermacam-macam memungkinkan variasi yang cukup banyak, dan jika kualitas batako baik, maka tembok tidak perlu diplester dan sudah cukup menarik.

4. Pihak yang Dipertimbangkan Dapat Mengimplementasikan Gagasan
Gagasan Pemanfaatan batako ringan akan dapat terlaksana dengan baik jika adanya dukungan dari berbagai pihak, seperti pemerintah, instansi terkait dan LSM yang bergerak dalam bidang konstruksi atau sejenisnya. Dukungan disini dapat dilakukan dalam berbagai bentuk. Misalnya peran pemerintah dengan memberikan anggaran untuk membuka industri skala rumah tangga serta mengadakan kegiatan yang bertujuan untuk memberikan informasi tentang keunggulan batako ringan.
Selain itu, LSM dapat melakukan kegiatan berupa memberikan sosialisasi dan dampingan kepada masyarakat dalam pemanfaatan batako ringan dan cara pengelolahannya. Pada intinya semua pihak yang terkait dalam gagasan ini dapat memberikan dukungan sepenuhnya kepada masyarakat dalam pemanfaatan batako ringan sebagai material alternative tahan gempa.
5. Langkah-Langkah Strategis Untuk Mengimplementasikan Gagasan
Untuk mengimplementasikan Batako ringan sebagai alternatif material tahan gempa dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
Sosialisasi atau penyuluhan dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan seminar kepada masyarakat tentang kelebihan batako ringan.
Menyebarkan informasi mengenai batako ringan melalui brosur, media elektronik berupa radio pada masyarakat umum tentunya.
Pendampingan oleh fasilitator dalam sebuah proses pengelolahan dan pembuatan batako ringan dicampur dengan padi jerami.

KESIMPULAN
Hasil pembakaran sekam padi menghasilkan abu yang mengandung silica tinggi dalam bentuk amorphous.kandungan silica inilah yang menjadi vitamin untuk menambah nilai kuat tekan batako sehingga kekuatannya lebih tinggi disbanding batako konvesional. Selain memiliki nilai kuat tekan yang tinggi , batako dari campuran abu sekam padi memiliki bobot yang ringan , bahkan bias mencapai setengah dari bobot batako konvesional.
Untuk mengimplementasikan gagasan tersebut perlunya dukungan dari pemerintah, instansi yang terkait, dan LSM. Dengan adanya peran dari berbagai pihak gagasan ini dapat terlaksana dengan baik.
Batako ringan mempunyai banyak kegunaan salah satunya menjadi alternative kontruksi.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.eramuslim.com/konsultasi/arsitektur/dinding-batako-vs-dinding-bata-merah.htm

http://www.anneahira.com/batako.htm

http://konstruksi-wisnuwijanarko.blogspot.com/2008/07/inovasi-beton-ringan_10.html

LAMPIRAN
Biodata Penulis Utama dan Anggota
Penulis Utama
Nama : Abdulloh Faqih
NIM : 2090510006
Tempat, Tanggal lahir : Banyumas,13 mei 1991
Alamat : Jln. Gading pesantren 38
Tlp/Hp : 085755745560
E-mail : faqih_abdulloh@yahoo.co.id

Riwayat hidup :SDN 03 Kedungbanteng Lulus Tahun 2003
SMPN 1 Kedungbanteng Lulus Tahun 2006
SMAN 3 Purwokerto Lulus Tahun 2009
S1 Jurusan Teknik sipil UNISMA , sekarang

Aktivitas Non Akademik :Anggota HMJ Sipil Universitas Islam Malang 2009-sekarang.
Anggota pencak silat Pagar nusa 2009- sekarang

Anggota Penulis
Nama : Febrian Deni bastian
NIM : 2090510004
Tempat, Tanggal lahir : Malang, 14 februari 1991
Alamat : Dinoyo permai kav 2
Tlp/Hp : 085755898131
E-mail : Bastian_dheny@yahoo.com

Riwayat hidup :SDN 02 Arjowilangun kec kalipare lulus Tahun 2003
SMP Muhammadiya 01 Sumber pucung lulus tahun 2006
SMK Islam 1 Blitar Lulus Tahun 2009
S1 Jurusan Teknik sipil UNISMA , sekarang

Aktivitas Non Akademik :Anggota HMJ Sipil Universitas Islam Malang 2009-sekarang.

Nama : Wahyudianto
NIM : 2070510003
Tempat, Tanggal lahir : Trenggalek, 12 agustus 1988
Alamat : Jl. MT haryono Gang. 14
Tlp/Hp : 0857908844277
E-mail : boga.imoera@gmail.com
Riwayat hidup :SDN 5 Prambon lulus2001
SMPN 1 Trenggalek Lulus Tahun 2004
SMAN 1 Karangan Lulus Tahun 2007
S1 Jurusan Teknik sipil UNISMA , sekarang
Aktivitas Non Akademik :Anggota HMJ Sipil Universitas Islam Malang 2009-sekarang.

Abstrak
Faktor keamanan dan peraturan keselamatan diperlukan dalam perencanaan komponen dan
konstruksi sipil. Dalam makalah ini dibahas tentang perencanaan tali kawat pada pesawat
angkat dan fixing granit pada kulit luar gedung bertingkat. Pada pembahasan tali kawat pada
crane, faktor keamanan saat dipakai pada hoist system menurut API Specification 2A adalah
minimal 5,0. Sedangkan jika tali kawat digunakan pada personal hoist system maka faktor
keamanan harus dirancang 10,0.
Pada studi kasus fixing granit dengan lem pada gedung bertingkat dirancang dengan
faktor keamanan 8. Dari hasil pengamatan maka umur lem untuk fixing granit sekitar 8 tahun.
Setelah berumur 8 tahun, kondisi ini berisiko pada keselamatan pemakai gedung dan
masyarakat. Walaupun faktor keamanan pada fixing granit mencapai 8 maka konstruksi granit
dengan lem tersebut tidak memenuhi persyaratan keselamatan.
Kata kunci: keamanan, komponen, konstruksi.
Abstract
The safety factor and safety regulation are used in designing of component and civil construction.
In this paper it is discussed wire rope design of crane and design of granite fixing on external
wall of high rise building. In the discussion of crane wire rope, safety factor is used for hoist
system according API Specification 2A is minimum of 50. If wire rope is used for personnel hoist
system, the safety factor is minimum of 10.0.
In the case study of granite fixing on high rise building, the safety factor is 8. From the
monitoring result, the life time of granite fixing is 8 years. After 8 years, this condition is risky
against the safety of occupant and surrounding public. Although the design safety factor is 8,
granite construction with adhesive is not fulfil safety requirement.
Keywords: security, component, construction
I. PENDAHULUAN
Faktor keamanan adalah faktor yang digunakan untuk mengevaluasi keamanan dari
konstruksi. Pada pesawat angkat, di Indonesia sudah dibuat peraturan tentang
perencanaan dan keselamatan operasional pesawat angkat. Pada American Petroleum
Institute (API) Specification 2C juga memuat tentang faktor keamanan untuk tali kawat.
*) Ahli Peneliti Utama B2TKS – BPPT & Crane Inspector
Di Indonesia, dengan adanya standardisasi bidang konstruksi maka diharapkan dapat
diperoleh kondisi komponen dan konstruksi memenuhi persyaratan teknis.
Pada perencanaan dan kegiatan jasa konstruksi terdapat risiko dan kecelakaan kerja
serta kegagalan konstruksi. Pada makalah ini dibahas permasalahan penentuan faktor
keamanan wire rope pada pesawat angkat jenis temporary gondola. Temporary gondola
ini biasanya digunakan untuk pekerjaan kulit luar gedung bertingkat. Salah satu jenis
bahan kulit luar gedung adalah granit.
Tujuan dari makalah ini yaitu didapat prinsip perencanaan suatu konstruksi yang
sesuai standar dan peraturan yang berlaku. Sehingga diharapkan didapatkan perencanaan
tali kawat pada crane dan fixing granit pada kulit luar gedung bertingkat dapat memenuhi
persyaratan.
II. DASAR TEORI
Dalam perencanaan kekuatan, ada 3 metode dasar pemakaian faktor keamanan untuk
mencapai konstruksi yang aman, yaitu:
a. Metode tegangan izin (permisible stress method), dimana kekuatan ultimate
(ultimate strength) bahan dibagi dengan suatu faktor keamanan untuk mendapatkan
tegangan rencana yang biasanya di daerah elastis.
b. Metode faktor beban (load factor method), dimana beban kerja (working load)
dikalikan dengan suatu faktor keamanan.
c. Metoda keadaan batas (limit state method) dengan mengalikan beban kerja dengan
faktor keamanan parsial dan juga membagi kekuatan ultimate bahan dengan faktor
keamanan parsial yang lain.
III. PERENCANAAN DAN PEMBAHASAN
3.1 Perencanaan Wire Rope pada Crane
Pada perencanaan tali kawat crane dilakukan analisis studi kasus perencanaan tali kawat
gondola sementara dan ditampilkan pada Gambar 1.
Beban mati:
– Kabel power = 75 kg
– Wire rope = 128 kg
– Plat form = 120 kg
Total beban mati: 458 kg
Beban hidup:
– Beban hidup = 3 orang x 65 kg
= 195 kg
Gambar 1 Foto Temporary Gondola
Secara teoritis perencanaan tali kawat pada Gambar 1 dapat diselesaikan dengan
berbagai cara. Tegangan luluh karakteristik dari tali kawat adalah 80 kg/mm2. Beban
keranjang ditahan oleh 2 tali kawat. Jadi masing-masing kawat menahan beban mati 229
kg dan beban hidup 97,5 kg. Secara teoritis perencanaan tali kawat dapat diselesaikan
dengan beberapa cara, yaitu:
(a) Metode faktor beban dengan suatu faktor beban 2,0.
(b) Tegangan izin rencana dengan faktor keamanan 2,0 pada tegangan luluh.
(c) Perencanaan tegangan batas dengan faklor keamanan sebagai berikut, γG=1,4
untuk beban mati, γG =1,6 untuk beban hidup, γm=1,15 untuk beban baja.
(a) Metode faktor beban
Beban rencana = faktor beban {beban mati + beban hidup)
= 2.0 (229 kg + 97,5 kg) = 653,0 kg
Luas penampang melintang tali kawat yang drperlukan adalah
mm
80 kg
563kg
tegangan luluh
= beban rencana =
(b) Metode tegangan izin
Beban rencana = 229 kg+97,5 = 326,5 kN
mm2
40N
2
80
faktor keamanan
Tagangan izin = tegangan luluh = =
Luas tampang yang diperlukan adalah:
2
2
8.2mm
mm
40 kg
326,5kg
tegangan izin
= Beban rencana = =
(c) Metode keadaan batas
Beban rencana = γG x beban mati + γG x beban hidup
= 1,4 x 229 + 1,6 x 97,5 = 476,6kg
mm2
69,56N
1,15
80
m
tegangan rencana = tegangan luluh karakteristik = =
γ
Luas tampang melintang yang diperlukan
69,56
476,6
tegangan rencana
= beban rencana =
Safety Regulation:
Dalam praktek penentuan faktor keamanan perencanaan konstruksi terdapat beberapa
kelompok antara lain:
1) Faktor keamanan ditentukan sendiri oleh perencana. Namun demikian tetap harus
menjamin bahwa:
(a) Pada beban terburuk konstruksi harus tetap aman
(b) Selama kondisi kerja normal deformasi dari bagian konstruksi tidak
mengurangi bentuk keawetan dan penampilan
2) Penentuan faktor keamanan ditentukan pada kondisi yang sudah umum dipakai,
misalnya:
(a) Penentuan faktor keamanan untuk angkur jenis dynabolt adalah 5 dari
kekuatan cabut maksimum untuk beban statis.
(b) Tegangan baut yang diizinkan umumnya 6 kg/mm2 jika difinis tinggi dan
4,8kg/mm2 jika difinis biasa (Sularso, Elemen mesin)
3) Safety Regulation
Dalam perencanaan ini faktor keamanan ditentukan oleh instansi atau badan suatu
negara yang berwenang, contohnya antara lain:
(a) Sumber: API Specification 2C
Specification for Offshore Cranes
Hoist Systems: The design factor of wire rope reeving used in load hoist and boom
hoist systems shall not be less than 2.5 times Cb (or Cr) or 5.0, whichever is greater.
Suspension System: The design factor of standing wire rope used for boom pendants
and other support systems shall not be less than 2.0 times Cb (or Cr) or 4.0,
whichever is greater.
Personnel Hoist System: The desgin factor of load hoist wire rope when handling
personnel shall not he less than 10.0
Keterangan:
Cb = Dynamic Coefficient-Bottom Supported Structure
Cr = Dynamic Coefficient-Floating Strvctum
(b) Rancangan SNI
Syarat-syarat umum konstruksi lif penumpang yang dijalankan dengan motor
traksi tanpa kamar mesin.
Syarat-syarat umum konstruksi:
• Standar ini tidak mencakup ketentuan perlindungan terhadap bahaya
kebakaran baik yang laten maupun yang nyata timbul dari luar instalasi lif
dalam bangunan gedung.
• Jika faktor keamanan konstruksi bagian-bagian lif tidak ditentukan secara
terinci diambil minimal 5.
• Bahan (material) yang digunakan untuk membuat bagian-bagian lif bila
tidak disebut secara terinci, dari baja dengan kandungan karbon tertentu
dan mengikuti Tabel 1 Penggunaan baja karbon.
Persyaratan tali baja traksi
(1) Tegangan tarik (tensile strength) dari kawat (elemen tali baja) minimal
1570N/mm2 atau 1770N/mm2, untuk jenis tali baja dengan tegangan
tunggal. Pada jenis tali baja tegangan ganda, maka tegangan tarik kawat
1370N/mm2 untuk kawat luar dan 1770N/mm2 untuk kawat dalam dari
tiap-tiap lilitan (strand).
(2) Masing-masing tali baja bebas bekerja sendiri-sendiri tidak bersambung
dan tiap utas seragam tegangannya.
(3) Jumlah tali baja traksi diperkenankan minimal 2 (dua) utas, dengan syarat
faktor keamanan diambil minimal 16. Jika menggunakan tali baja traksi
3 atau lebih maka faktor keamanan diambil minimal 12.
(4) Jika menggunakan tali baja traksi, maka diameter nominal tali minimal
8mm dan jika menggunakan sabuk minimal 3 mm.
3.2 Perencanaan Tali Kawat Sesuai Standar
Menurut API Specification 2C:
Temporary Gondola pada Gambar 1, jika dirancang dengan API Specification 2A maka
diperoleh:
Kekuatan tarik wire rope minimum:
= 10,0 x 326,5 kg
= 3.265 kg
3.3 Fixing Granit
Data hasil pengujian granit ditampilkan pada Tabel 1. Foto granit pada kulit luar gedung
ditampilkan pada Gambar 2.
Gambar 2 Foto Granit pada Kulit Luar Gedung
Tabel 1 Data Hasil Uji Granit Tertempel Pada Beton
No Benda Uji Jenis Uji Gaya (kN) Keterangan
1. Granit Tertempel Pada Beton
dengan lem epoxy
Tarik statis 8,19 Granit belum lepas
Jika posisi menggantung maka besarnya beban mati (DL)
DL = (0,3m x0,3/m x 0,03m) x 26 kN /m3:
Gaya tarik minimum = 0,0702 kN x sf (8)
= 0,5616kN = 57,25 kg
Beban mati dengan faktor keamanan 8 yang harus ditahan oleh lem adalah 0,56kN
sedangkan hasil uji adalah 8,10kN. Secara teoritis dengan membandingkan beban mati
dan beban uji maka memenuhi persyaratan teknis. Namun demikian setelah dilakukan
monitoring teryata umur lem tersebut kurang lebih 8 tahun. Secara umum, perencanaan
fixing granit dilakukan dengan tanpa batas umur atau mengikuti umur gedung. Jadi jika
ditinjau dari segi keselamatan maka konsruksi granit dengan lem epoxy tidak memenuhi
persyaratan keselamatan.
Pada sistem kering, pemasangan granit pada kulit luar gedung bertingkat digunakan
angkur atau pin. Lem epoxy biasanya digunakan untuk pemasangan granit untuk segmen
granit terakhir yang tidak memungkinkan pemasangan granit dengan angkur. Namun
demikian dengan adanya risiko keselamatan pengguna gedung, maka pemasangan granit
sebagai penutup harus tetap sesuai atau aman digunakan angkur atau baut. Walaupun dari
segi arsitektur atau penampilan kulit luar atau kolom kurang cocok.
IV. KESIMPULAN
Dari hasil pembahasan studi kasus tentang faktor keamanan dan keselamatan maka dapat
disimpulkan:
1. Pada perencanaan dimensi wire rope dengan beban mati 229 kg dan beban hidup
97,5kg maka menurut metode faktor beban adalah luas 8,2 mm2, menurut metode
tegangan izin adalah luas 8,2mm2, dan menurut keadaan batas 6,9mm2.
2. Pada beban mati 229 kg dan beban hidup (97,5 kg maka menurut perencanaan
sesuai Standar API Specification 2A adalah tali kawat dengan kekuatan tarik
minimum 3.265kg.
3. Pada analisa kekuatan fixing granit dengan lem maka faktor keamanan mencapai
lebih dari 8. Namum setelah dilakukan monitoring, maka setelah berumur 8 tahun,
granit lepas. Sehingga dari segi keselamatan maka konstruksi fixing granit dengan
lem kurang memenuhi persyaratan teknis. Untuk itu yang cocok adalah fixing
dengan sistem mekanik, seperti angkur, pin, atau baut.
DAFTAR PUSTAKA
1. API Specification 2C. Specification for Offshore Cranes, American Petroleum
institute. Washington, D.C. Fifth Edition, April 3, 1995.
2. Rancangan SNI. Syarat-syarat umum konstruksi lif penumpang yang dijalankan
dengan motor traksi tanpa kamar mesin. BSN, Rapat konsesus 22 Oktober 2003.
3. W. H. Mosley dan J. H Bungey. Perencanaan Baton Bertulang. Alih Bahasa Ir.
Elly Madyayanti. Penerbit Erlangga, Jakarta, 1984.
4. Sularso dan Kiyokatsu Suga. Dasar Perencanaan dan Pemilihan Elemen Mesin.
Penerbit Pradnya Paramita, Jakarta, 1987
5. Joseph E. Shigley dan Larry D. Mitchell. Perencanaan Teknik Mesin. Alih Bahasa
Gandhi Harahap. Penerbit Erlangga, Jakarta, 1991.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 191 other followers